bc

Suami Gamerku Ternyata Crazy Rich

book_age18+
121
IKUTI
1.9K
BACA
HE
age gap
arranged marriage
decisive
bxg
lighthearted
city
secrets
like
intro-logo
Uraian

Kezia menerima karmanya karena telah menghina lelaki yang tak sengaja menabrak dirinya saat hendak bertemu dengan kekasihnya.

Lelaki itu mengucapkan sumpah serapah agar Kezia selalu gagal menikah selama itu bukan bersama dirinya.

3 kali Kezia berencana menikah, namun selalu gagal saat akan serius hingga pada akhirnya ia menyerah dan mencoba menunggu lelaki itu.

Kezia sudah tak peduli lagi akan fisik lelaki itu, mau dia dekil dan kumal, bekerja atau tidak, bahkan meskipun dirinya cuma dirumah saja dan bermain game seharian, Kezia akan tetap menerima lelaki itu apa adanya.

Penantiannya pun tak sia-sia, tepat 3 tahun setelah kejadian itu, Sang Papa pulang dari luar kota bersama seseorang yang katanya akan menjadi calon suaminya.

Dan betapa bahagianya Kezia saat mengetahui bahwa lelaki yang dibawa sang Papa adalah lelaki yang ia nanti selama ini.

Namun, kebahagiaan Kezia tak berlangsung lama, apalagi saat mengetahui bahwa lelaki itu adalah seorang gamer

.

Kekecewaan pun terlihat jelas di wajah kedua orang tua Kezia. Namun, Kezia seakan tak peduli dengan semuanya.

Tapi siapa sangka, ternyata lelaki yang hobi bermain game itu ...

Ikuti kisah romatis dan konyol kehidupan rumah tangga Kezia disini ....

chap-preview
Pratinjau gratis
Sumpah Serapah
Brugh! "Duh, maaf Kak, saya gak sengaja," ucap lelaki itu sambil mengalihkan pandangannya kepada wanita yang ada didepannya itu. "Heh! Makanya, kalau jalan tuh pake mata! Liat nih, gara-gara kamu, baju saya jadi kotor kan!" gerutu Kezia kepada lelaki yang tadi menabraknya itu. "I -- iya, Kak, saya bener-bener minta maaf, saya gak liat jalan tadi karena sibuk maen game. Sekali lagi saya minta maaf ya, Kak," ucap lelaki itu dengan sedikit memohon. Cuih! "Kamu pikir, dengan minta maaf baju saya akan bersih lagi? Nggak kan? Dasar laki kumel, dekil, jelek pula! Gak tau diri emang!" gerutu Kezia kesal sambil meludahi kearah lelaki itu. "Apa maksud Kakak bilang kaya gitu, saya kan dah minta maaf, saya tau kalau saya salah. Gak perlu lah kakak menghina saya," ucap lelaki itu sambil mencoba menahan amarahnya. "Saya gak ngehina, emang begitu kok kenyataannya!" ucap Kezia lagi. "Tau gak, gara-gara kamu, saya jadi gagal ketemu calon mertua saya! Gak mungkin kan, saya datang dengan baju kotor seperti ini. Ih sumpah, ngeselin banget!" gerutu Kezia merasa kesal. Saking kesalnya, Kezia pun lalu mengambil sandalnya dan menimpuk lelaki itu. "Aww, sakit Kak! Awas ya, Kak, aku sumpahin Kakak gak jadi nikah sama dia! Kalau perlu, kakak akan terus gagal nikah sampe aku yang jadi jodoh Kakak dan suami Kakak!" seru lelaki itu bersumpah sambil menunjuk kearah Kezia. "Dih, gak usah mimpi deh! Ogah banget punya suami kek kamu, udah dekil, kumal, terus kerjaannya cuma maen game doang lagi. Amit-amit, ya Allah, jangan sampe!" ucap Kezia sambil menggidikkan bahunya seperti geli dengan kata-kata lelaki itu. "Liat aja nanti! Aku bersumpah setelah ini, Kakak akan selalu gagal nikah, dan cuma bisa nikah sama aku! Dan setelah itu, kamu juga bakal bucin terus ke aku!" sumpah lelaki itu. Jedar! Jedar! Guntur pun kemudian saling bersahutan di tengah malam yang penuh bintang itu, membuat siapa saja seakan merinding karenanya. *** "Ci, Ci, sadar, Ci!" seru Pak Joey sambil menepuk pelan pundak Kezia yang sedang melamun itu. Seketika, Kezia pun sontak terkejut dan langsung tergagap. "Hah? Apa, Pah? Maaf Cia gak fokus tadi," ucap Kezia dengan sedikit tergagap. Pak Joey pun akhirnya hanya bisa menghela napas berat sambil mengusap wajahnya dengan kasar. "Duh, gak kebayang nanti kalau beneran jadi calon mantu, auto malu-maluin yang ada," gerutu Bu Andin sedikit kesal dengan sikap Kezia. Mendengar gerutuan dari calon mama mertuanya, Kezia pun hanya bisa menghembuskan napas berat. "Pintu keluar ada disana, Tante, Oom. Silahkan pergi dari rumah ini. Toh, gak ada yang perlu di omongin lagi kan?" tanya Kezia dengan dingin sambil menunjuk arah pintu keluar. Kezia pun segera bangkit dari duduknya dan hendak melangkah ke lantai atas dimana letak kamarnya berada. Namun, saat baru saja akan melangkah, langkahnya terhenti karena seruan dari Bu Andin yang nampak sedikit geram dan kesal. Bu Andin pun menghampiri dirinya, dan .... Plak! "Dasar anak gak tau sopan santun! Beruntung Drean gak jadi nikah sama kamu, gak kebayang kalau beneran jadi, mau ditaruh dimana muka saya!" seru Bu Andin sambil mencoba mengatur napasnya setelah menampar Kezia tadi. Kezia pun memegangi pipinya yang terasa memanas dan sedikit merah itu, dan tak lama, air mata pun jatuh dari pelupuk mata indahnya. "Ya! Saya emang gak pantes buat Drean yang murahan itu! Saya bukan w************n seperti Viska yang rela tidur dengan tunangan sahabatnya sendiri bahkan sampai hamil anaknya! Ya, Drean memang cocoknya dengan tong sampah seperti Viska!" seru Kezia kesal sambil memegangi pipinya. Merasa suasana kian memanas, Kezia pun memilih untuk segera pergi ke kamarnya saja. Rasanya terlalu sakit untuk tetap berada disana. "Pak Joey, liat kelakuan anak gadismu itu!" seru Bu Andin yang masih nampak sedikit kesal sambil mengalihkan pandangannya kepada Pak Joey di sana. "Jangan salahkan Kezia atas ini, justru Kezia benar, mana ada yang mau obral s**********n sebelum nikah? Pergilah, pintu keluar ada disana!" Ketus Bu Ayes --- Mama Kezia yang dari tadi diam saja tak menimpali apa yang diucapkan calon besannya itu. Merasa tak di perlukan lagi, Pak Arya pun segera mengajak Bu Andin pergi dari rumah itu. Meskipun dengan perasaan kesal yang berkecamuk, Bu Andin pun mau tak mau menuruti perintah sang suami. Bu Andin pun melangkah dengan menghentak-hentakkan kakinya itu karena merasa kesal dan geram terhadap keluarga Kezia saat itu. Selepas keluarga Pak Arya pergi, Pak Joey pun menghela napasnya dengan berat sambil memijat pelan pelipisnya yang terasa berdenyut. "Ya Allah, ini udah ketiga kalinya Cia gagal nikah," keluh Pak Joey kepada Sang Istri. Bu Ayes pun hanya bisa membelai lembut punggung suaminya seakan memberinya sedikit kekuatan. "Terus gimana, Mah? Apalagi rencana pernikahan Cia kan tinggal dua minggu lagi. Apa harus gagal lagi? Mau ditaruh dimana muka Papa, Mah?" tanya Pak Joey kembali dan mendapat gelengan dari Bu Ayes. "Kita jodohin aja, gimana, Pah? Mungkin Papah punya kenalan atau apa gitu biar gak malu-maluin. Kalau gak nanti minta Adnan buat cariin jodoh untuk Kezia," usul Bu Ayes kepada Pak Joey. Pak Joey pun nampak memikirkan apa yang diucapkan oleh istrinya itu dan dia pun mengangguk setuju. "Sepertinya cuma itu satu-satunya yang bisa kita lakuin agar pernikahan kali ini gak gagal lagi. Nanti kita cari, Mah, setelah Papa pulang dari luar kota. Sekarang, sebaiknya Papa siap-siap aja dulu, besok Papa harus berangkat ke Bandung," ucap Pak Joey memberi keputusan dan mendapat anggukan dari Bu Ayes. Sementara itu, didalam kamar Kezia, ia pun menangis terus-menerus membayangkan dirinya yang akan gagal nikah lagi. Padahal, semua sudah hampir selesai 98%, tinggal membuat dekor dan juga ijab kabul saja. Kezia benar-benar meratapi nasibnya yang entah sampai kapan harus seperti ini. Kezia pun terus menangis hingga lama kelamaan ia pun terlelap dengan sendirinya. Sekitar pukul 23.00 WIB, barulah Kezia terbangun dari tidurnya dengan mata yang sedikit bengkak karena menangis terus. Setelah mencuci mukanya sebentar dan melakukan solat isya, barulah ia turun ke lantai bawah rumahnya. Tujuannya adalah dapur, ia ingin memasak mie dan juga kopi untuk menemaninya begadang pada malam itu. Setelah membuat semuanya, ia pun kembali lagi ke kamarnya sambil membawa dua menu itu. Tujuannya kali ini adalah balkon. Yah, kamar Kezia memiliki balkon sendiri untuk tempatnya menyendiri. Tempat ini adalah tempat favoritnya saat merasakan sakit hati dan juga marah. Dari atas balkon ini pula, ia bisa melihat dengan jelas langit pada malam itu yang nampak sedikit mendung. "Drean adalah lelaki ketiga yang gagal nikah sama aku. Apa emang aku ditakdirkan untuk gak akan menikah?" tanya Kezia lirih kepada dirinya sendiri. "Atau, apa mungkin ini ...,"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
61.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook