Latihan kompetisi kecantikan hari itu dimulai sejak pagi, dan sejak langkah pertama Clara memasuki ruang latihan, suasananya sudah terasa berbeda. “Semua berkumpul di tengah,” ujar instruktur utama dengan suara tegas. Para peserta segera bergerak. Clara berdiri di barisan tengah, tangannya saling menggenggam di depan perut. Mawar berdiri tidak jauh darinya, sengaja memilih posisi yang mudah terlihat. “Hari ini kita mulai dengan latihan dasar. Cara berdiri, cara berjalan, dan bagaimana kalian membawa diri,” lanjut instruktur itu. “Ini bukan soal siapa yang paling cantik. Ini soal sikap.” Mawar menyeringai kecil. “Kalau soal cantik, sudah jelas siapa yang unggul,” bisiknya pada temannya. Temannya terkekeh pelan. “Yang baru itu kelihatan polos banget.” Clara mendengar samar, tapi ia m

