Bab 243

750 Kata

Clara berdiri di atas panggung latihan yang besar itu dengan bahu tegak dan tatapan lurus ke depan. Lampu-lampu sorot belum dinyalakan sepenuhnya, tetapi area itu sudah cukup terang untuk memperlihatkan setiap gerakan kecil para peserta. Pelatih berdiri beberapa langkah di depannya, membawa papan catatan. “Perhatikan kaki kamu,” ucap pelatih dengan suara tegas. “Gerakan berikutnya itu bukan soal cepat, tapi soal stabil. Jangan terburu-buru.” Clara mengangguk. “Iya, Kak.” “Sekarang ulangi dari langkah ketiga,” lanjut pelatih. “Hitungan empat, lalu putar. Jangan lihat ke bawah.” Clara menarik napas pelan. Fokusnya hanya pada suara pelatih, pada hitungan, pada ritme langkah kakinya sendiri. Ia tidak tahu, atau tepatnya tidak menyadari, bahwa di sisi panggung Mawar berdiri sambil menyila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN