Mawar berdiri tepat di depan Alvano dengan wajah dibuat semanis mungkin. Tangannya tiba-tiba terangkat, lalu memeluk tubuh Alvano dari depan tanpa izin. Tubuh Alvano langsung menegang. “Mawar, lepas,” suara Alvano dingin, rahangnya mengeras. Namun Mawar justru mendekatkan wajahnya, berusaha terlihat rapuh. “Alvano… aku sebenarnya nggak mau ngomong,” ucap Mawar dengan suara dilembutkan. “Tapi aku nggak tega lihat kamu dibohongi.” Alvano mendorong bahu Mawar pelan tapi tegas. “Apa maksud kamu?” Mawar menggigit bibir bawahnya, berpura-pura ragu. “Clara… dia sekarang lagi selingkuh.” Alvano terdiam sesaat. Matanya menajam, bukan kaget, tapi jelas tidak percaya. “Kamu salah orang,” jawab Alvano dingin. “Jaga ucapan kamu.” Mawar menggeleng cepat. “Aku tahu kamu pasti nggak percaya. Se

