Bab 245

866 Kata

Alvano duduk santai di salah satu meja kantin kampus bersama dua sahabatnya, Raka dan Dion. Meja itu penuh dengan nampan makanan, minuman dingin, dan tawa ringan yang sesekali pecah di antara hiruk-pikuk mahasiswa lain. Raka menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap Alvano sambil menyeringai. “Van, gue serius deh,” ucapnya sambil menunjuk ke arah gedung fakultas lain. “Kalau nanti kontes kecantikan itu beneran jalan, Clara bisa punya fans satu kampus.” Dion ikut tertawa. “Bukan cuma satu kampus kali. Bisa satu kota. Bahkan satu provinsi.” Alvano terkekeh kecil, mengaduk minumannya dengan santai. “Terus?” Raka mengangkat alis. “Terus siap-siap aja, bro. Banyak yang bakal naksir Clara. Banyak yang bakal coba deketin.” Dion menimpali dengan nada menggoda. “Cowok-cowok yang merasa p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN