Bab 247

953 Kata

Alvano menghentikan mobilnya perlahan di depan sebuah kafe kecil yang bangunannya didominasi warna pastel. Dinding luarnya berwarna krem muda dengan jendela besar berbingkai putih, dihiasi tanaman rambat dan lampu-lampu kecil yang mulai menyala karena senja sudah turun. Di papan nama tertulis nama kafe dengan font melengkung yang lembut, terlihat manis dan feminin. Clara menoleh begitu mobil berhenti. Matanya langsung membesar sedikit, lalu wajahnya berubah cerah. “Ini… lucu sekali,” ucap Clara pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri. Alvano tersenyum puas. “Aku tahu kamu pasti suka.” Clara menoleh menatap Alvano. “Kamu kok bisa kepikiran bawa aku ke sini?” Alvano mematikan mesin mobil, lalu menoleh santai. “Kemarin waktu kita lewat sini, kamu sempat menatap kafenya la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN