Pagi itu, suasana kampus terlihat tenang seperti biasa. Para mahasiswa berlalu-lalang, sebagian menuju kelas, sebagian lagi sekadar duduk di bangku taman sambil menunggu jam kuliah berikutnya. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama ketika Mawar dan dua temannya muncul dari arah gedung fakultas, wajah mereka dipenuhi rasa jengkel yang selama beberapa minggu ini menjadi langganan ekspresi. Mawar berdiri tegap, kedua tangannya terlipat di d**a, sementara dua temannya mengikut di belakang dengan wajah gelisah. Mereka sudah berkali-kali mencoba mengganggu Clara sejak insiden laporan hukum yang membuat reputasi Mawar hancur, namun setiap kali mereka mencoba, selalu saja gagal. Ada saja halangan yang muncul. Kadang teman Clara sedang berada di sekitar dan langsung memanggil satpam. Kadang

