Bab 239

1454 Kata

Alvano memarkir mobil di depan Fakultas Fissit, matanya tajam menatap gerbang. Seketika pandangannya tertumbuk pada sosok pria yang berdiri terlalu dekat dengan Clara. Pria itu menepuk bahu Clara dengan santai, lalu dengan tiba-tiba memeluk pundaknya. Clara tampak kaget, melepaskan senyumnya yang biasa ia tunjukkan ketika melihat Alvano, dan menyingkir perlahan. Rahang Alvano mengeras, otot-otot di wajahnya menegang. Ia menelan ludah, mencoba menenangkan diri sejenak sebelum membuka pintu mobil. Namun setiap langkahnya ke arah Clara terasa berat, karena ia tidak bisa menahan rasa cemburu dan marah yang menyala di dadanya. “Clara!” panggilnya, suaranya tetap tenang tapi mengandung ketegasan yang membuat pria itu menoleh seketika. Clara menoleh, matanya menatap Alvano penuh rasa bersalah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN