"Kai!! Jangan tinggalkan Aku, aku takut kehilanganmu. Aku takut sendirian di sini. Tolong temani aku!!." Sherly memeluk erat tubuh Kainan, seakan tak ingin melepas pria itu. Penampilannya berantakan, rambutnya sudah tidak acak-acakan. Kondisinya terlihat benar-benar mengenaskan. Kai berusaha melepas pelukan wanita itu di lehernya, namun Sherly tidak ingin melepaskannya. "Sherly jangan begini!! Semua tidak akan sama seperti dulu lagi, dan semua tidak bisa berjalan sesuai dengan keinginanmu. Semuanya telah berbeda. Jadi kau terima saja kenyataannya!!." Sherly kembali menggelengkan kepalanya, dia menatap wajah Kainan yang begitu dekat. "Aku tidak mau kehilanganmu! Sampai kapanpun aku tidak mau, dan aku tidak rela. Hanya kamu satu-satunya yang aku punya di dunia ini. Mohon jangan tinggalk

