"Dengan cara apa aku bisa membawamu Kembali?." Rania tersudut di tembok saat Kai meraih tubuhnya. Padahal dia baru saja masuk ke dalam apartemen. "Tidak ada cara, mungkin karena aku sudah terlanjur kecewa!." Kai menatap nanar wajah istrinya. Wajah polos yang dulu membuatnya mabuk kepayang. Kai pikir perasaannya pada Rania hanya bentuk kekaguman dan nafsu, tapi ternyata kini dia sadar. Kalau semua itu memang adalah cinta. "Apa yang kau dengar dan kau lihat dulu itu hanyalah salah paham. Aku tidak pernah berkeinginan untuk kembali pada Sherly. ataupun menjalin kembali hubungan pernikahan kami. Itu sama sekali tidak pernah terlintas dalam otakku." Rania berusaha menghela tubuh suaminya itu. Namun Kai tak membiarkannya pergi, dia mengungkung tubuh kecil Rania di sana. "Aku benar-benar

