"Kenapa dia diam saja? Tidak seperti biasanya. Apa dia marah padaku karna peristiwa semalam?." Rania bergumam dalam hati karena melihat Michael diam saja. Pria itu bahkan tak menyapanya sedikitpun. Rania jadi serba salah, Padahal dia bekerja satu ruangan dengan pria itu. "Pak!! Jam sebelas nanti, Anda ada jadwal meeting di restoran. Saya sudah mengatur semuanya." Rania memberanikan diri berbicara dengan Michael. Pria itu hanya mengangguk sekilas. "Apa Ada sesuatu yang anda butuhkan?." Rania kembali memberanikan diri untuk bertanya. "Tidak!." Jawab Michael sedikit kencang. Rania Hanya bisa menarik nafas panjangnya. Namun dia masih berdiri di sana. Meremas jemarinya dengan gugup. "Saya minta maaf atas kejadian semalam! Saya tidak bermaksud melibatkan anda dalam permasalahan saya."

