Kainan pulang ke rumah dalam keadaan lelah, selain bekerja, pencarian terhadap Rania juga menjadi fokusnya. Namun belum ada titik terang mengenai di mana keberadaan istrinya itu. Dia pun segera menghempas tubuhnya di sebuah kursi dalam keheningan. Menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembusnya secara perlahan. "Rania di mana kamu?." Bibirnya pun segera berbisik seakan memanggil istrinya untuk pulang. "Apa sudah ada kabar Tuan?." Suara bibi Ratih segera terdengar, wajah wanita paruh baya itu muncul di hadapan Kai. "Belum ada! Saya sudah menyewa detektif profesional untuk mencarinya. Tapi sampai saat ini belum ada hasil." Jawab Kai mendesah kasar, pria itu bahkan menyugar rambutnya ke belakang dengan helaan nafas yang terdengar sangat berat. "Cepat temukan dia Tuan. Bibi khawati

