Bab Tiga Puluh Tujuh

1136 Kata

"pak Doni! Ini kopinya." Siska memasang senyum manis kepada Doni yang sedang termenung, pria paruh baya itu sudah tidak bersemangat setelah istrinya tiada "Jangan terlalu bersedih Pak! Karena hidup belum berakhir, walaupun Nyonya telah tiada. Tapi anda pasti akan mendapatkan gantinya." Siska meraba dengan lembut pundak besannya itu. Sementara Doni sama sekali tidak menanggapinya. Pandangannya kosong ke arah depan. Karena sejujurnya dia masih dipenuhi tanda tanya besar mengenai sebab kematian istrinya yang tampak misterius. "Ayo pak, diminum kopinya. Karena saya sudah membuatnya khusus untuk anda." Siska segera mengeluarkan jurus jitu untuk menggoda Doni yang saat ini terlihat kesepian. Dia mengangkat cangkir dan membantu Doni untuk meminum kopinya. Pria itu terlihat pasrah dilayani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN