Waktu berlalu dengan cepat, hingga beberapa bulan pun telah terlampaui. Tampak Kai yang masih sibuk di atas meja kerjanya, penampilannya kusut. Rambutnya memanjang, bahkan brewok tumbuh di sekitar wajahnya. Pria itu benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan penampilannya. Apalagi beberapa bulan ini, dia sering menderita mual dan muntah, hal ini sangat menyiksa hingga tak lagi bisa memperhatikan penampilan. Dia harus bolak-balik ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, Tapi tetap saja dokter tak menemukan penyakit serius dalam dirinya. "Apa sudah ada kabar?." Lagi-lagi pertanyaan itu yang dikumandangkannya kepada Sony, dan lagi-lagi hanya gelengan yang didapatnya sebagai jawaban. "Huufftt!! Rania! Ke mana sebenarnya Kau pergi? Kenapa menghilang tiba-tiba dan tak ada kabar? Apa kau beg

