lenguhan masih terdengar dari bibir keduanya. Kai seperti tiada puasnya melahap habis bibir Rania yang lembut dan manis.
sedangkan tangannya menari membelai pucuk d**a gadis itu. dengan lihainya, Kai memasukkan satu tangannya kedalam baju Rania, membelai kerikil kecil berwarna cerah. dan hal itu sukses membuat Rania menggelinjang. seperti cacing kepanasan di atas tempat tidur.
dibawah kungkungan tubuh besar Kainan.
"Hhmm!! Tuan!! Anda belum mandi!."
seru Rania ketika merasakan sepertinya hal yang mereka lakukan saat ini akan terus berlanjut. dan mungkin tidak bisa dikendalikan lagi.
Kai segera tersadar dan mengangkat wajahnya.
"ah iya!! maafkan aku Rania! karena aku hampir lupa diri."
pria itu langsung beranjak dari atas Rania. menyugar rambutnya secara kasar dan memperbaiki tatanan pakaiannya.
Rania pun bangkit dengan wajah malu-malu. dia juga memperbaiki pakaiannya yang sudah berantakan. bajunya bahkan tersingkap ke atas.
"Hhhmmm!! ya sudah, persiapkan saja makan malam untuk kita. aku akan mandi sebentar."
Kai segera bangkit berdiri. Jika dia terus di sana, pesona Rania akan semakin membuatnya hilang akal.
"sebenarnya bagi Tuan Kai, aku ini apa?."
Rania segera bergumam. dia menertawakan dirinya sendiri, karena merasa hanya menjadi mainan bagi Kai.
namun tak bisa dipungkiri, dia juga mulai menyukai permainan Kai. bahkan kerap kali dia membayangkan pria itu sedang mencumbuhinya.
"Apa yang sedang ada di otakku? Rania kamu tidak boleh seperti ini. kamu jangan menjadi murahan seperti Diana."
gumam gadis itu kembali mengetuk kepala.
sementara di tempat lain, tampak Sherly yang memasuki apartemennya.
"dia benar-benar berubah! dia tidak menginginkan aku lagi! dia bahkan mengusirku mentah-mentah!!."
wanita itu terlihat amat marah karena mendapatkan pengusiran dari mantan suaminya.
Hera pun memperhatikannya segera.
"Apa maksudmu? Kainan menolakmu?."
Sherly segera menghempas tubuhnya di sofa sembari mendongak.
"iya! dia menolakku, dia bahkan bilang tak mencintai diriku lagi! masa lalu kami tidak ada arti baginya!."
heran segera membulatkan mata mendengar jawaban Sherly.
"Mana mungkin? dulu dia begitu bucin padamu! dia bahkan rela melakukan apapun agar bisa memilikimu! Apa kau ingat? dulu dia rela bersujud di hadapanmu agar kau tak pergi dan menceraikannya!."
Hera ikut duduk di samping Sherly.
"iya dan itu dulu! sekarang dia sudah sangat berbeda! pandangannya sudah lain! dia tidak lagi menatapku penuh cinta. dia bahkan menatapku dengan dingin."
Sherly menerawang membayangkan wajah Kai tadi. dia sama sekali tak menemukan sedikitpun raut cinta di sana.
"tidak mungkin! Aku tidak percaya kalau Kainan yang begitu mencintaimu mampu berubah hanya dalam waktu lima tahun.
"bahkan aku pernah mendengar rumor! kalau dia memutuskan untuk tak menikah lagi setelah Kau pergi!."
Hera tampak resah membayangkan Kai yang tidak lagi menyukai Sherly. pasalnya dia juga memiliki kepentingan sendiri. jika Sherly kembali kepada Kai yang kaya raya. dia juga akan kecipratan kekayaan mereka. karena dia adalah manajer Sherly.
"entah apa yang membuatnya berubah? dia bahkan tidak menampakkan kebahagiaan saat melihatku pertama kali tadi. aku pikir dia akan langsung memeluk dan memintaku untuk kembali. tapi ternyata aku salah."
Sherly benar-benar terlihat frustasi atas penolakan Kainan.
"tapi kamu tidak boleh putus asa! aku yakin Kai masih menyimpan namamu di sudut hati yang paling dalam. dia hanya lupa untuk menggalinya kembali. jadi kamu tidak boleh berhenti untuk mendekatinya. sampai dia menemukan kembali cintanya yang dulu."
Sherly menatap tajam ke arah depan. dia membenarkan ucapan asistennya.
"kau benar! Aku tidak akan berhenti untuk mendapatkan dia kembali! dia harus menjadi milikku lagi!."
*.
"nona!! Saya ingin meminta izin pulang sebentar! anak saya sedang sakit, dan dia sendirian di rumah."
bibi Ratih tampak menatap wajah sedih di hadapan Rania.
"iya bibi pulanglah! saya yang akan mengatur rumah ini! semoga anak bibi segera sembuh."
Rania ikut menyodorkan sejumlah uang kepada bibik Ratih. wanita itu memang bekerja di sana, namun tidak menginap karena dia memiliki seorang anak yang tinggal di rumah.
"aduh!!! tidak usah nona!! ini terlalu banyak!."
Rania segera menggenggam tangan wanita itu.
"tidak apa-apa bibi! ini untuk membeli obat! ambilah! karena Rania sudah menganggap bibi seperti keluarga sendiri! jadi tidak perlu ragu!."
Rania tersenyum manis, dan wanita di hadapannya Itu tampak terharu.
"Kau sungguh baik nona! terima kasih banyak! semoga berbahagia dengan Tuan Kai."
wanita pelayan itu segera meninggalkan Rania sendirian. karena dia harus membeli obat untuk anaknya.
"bosan sekali di rumah tanpa bibir Ratih! apa sebaiknya, aku jalan-jalan saja? membeli beberapa barang kebutuhan! lagipula tuan Kai udah memberiku kartu. tapi belum pernah digunakan."
Rania segera bergumam. Dan Dia memutuskan untuk berbelanja saja membeli ke beberapa kebutuhan khusus wanita.
sementara di kantor Kainan...
"halo brother!! sepertinya kau sedang sibuk!!."
seorang pria tampan tampak masuk ke dalam ruangan Kai.
"seperti yang kau lihat!."
jawab Kai tanpa mengalihkan tatapan dari laptopnya.
"Aku ingin mengajakmu bertemu dengan teman-teman! aku sudah membuat janji temu dengan mereka."
Kai segera mengerling ke arah sahabat yang kini berdiri dihadapan meja kerjanya.
"teman yang mana?."
tanya Kai dengan nada menyelidik.
"kamu akan tahu nanti! di sana ada beberapa teman lama yang akan hadir Sudah lama kita tidak kumpul bersama."
Kai segera menggeser kursi kerjanya ke arah belakang.
"baiklah tapi aku tidak bisa lama! karena aku memiliki banyak pekerjaan!!."
Kai menatap arloji mahal yang melingkar di pergelangan tangannya.
"aku juga sibuk! tapi masih memiliki waktu untuk hangout! ayo pergi!!."
Kai terpaksa bangkit berdiri dan mengikuti pria yang sudah berjalan duluan.
**.
"sepertinya aku sudah membeli semua yang aku inginkan."
Rania menyusuri pelataran mall. di tangannya menenteng beberapa paper bag.
namun pandangannya tidak sengaja menangkap kehadiran Kai. rupanya pria itu juga berada di sana.
"tuan Kai!! rupanya dia juga ada di sini!!."
Rania segera bergumam dan mendekat. melihat lewat dinding kaca kehadiran kaya yang berada dalam sebuah restoran. rupanya pria itu sedang bertemu dengan beberapa orang.
namun Rania segera menutup mulutnya saat melihat Kai dipeluk oleh seorang wanita. wanita itu bahkan mencium pipi kiri dan kanannya.
"tuan Kai!! Apa itu pacarnya?."
Rania memundurkan tubuhnya kebelakang. tiba-tiba rasa nyeri menelusup masuk ke dalam hatinya saat melihat Kai bersama dengan seorang wanita.
"tenang Rania! kamu tidak boleh cemburu! kalian berdua tidak memiliki hubungan apa-apa."
Rania berusaha meyakinkan diri. namun tetap saja rasa sakit dan nyeri ada dalam hatinya. apalagi saat mengingat akhir-akhir ini Kai begitu memanjakannya. bahkan selalu mesra padanya.
"jangan menangis!!."
serunya lagi segera meninggalkan tempat itu.
sementara Kai duduk dengan perasaan dongkol. apalagi saat melihat kehadiran Mantan istrinya di sana yang langsung saja memanfaatkan kesempatan dengan memeluknya.
"kalian berdua bertemu kembali. aku yakin kalian masih berjodoh!!."
Kai diam saja tak menanggapi ucapan temannya. dan Sherly malah berbinar mendengarnya.
"Sherly!! kau tidak tahu saja betapa frustasinya Kai ketika kau tinggalkan. dia bahkan memutuskan untuk tidak menikah lagi. karena kamu adalah satu-satunya wanita dalam hidupnya."
Kai segera melirik tajam ke arah temannya itu. dan pria itu pun gugup seketika.
"benarkah dia pernah berkata seperti itu? aku sangat bahagia mendengarnya. sejujurnya aku kembali untuk membina kembali pernikahan kami yang gagal."
Sherly tampak menatap senduh wajah Kai. wajahnya dibuat buat sesedih mungkin.
"aku rasa kalian bisa kembali berumah tangga! dan segera memprogramkan untuk memiliki banyak anak! kalian berdua adalah pasangan yang serasi!."
seorang wanita ikut berbicara. itu membuat Sherly semakin berbunga-bunga. sementara Kainan hanya diam saja, tanpa ekspresi wajahnya.
"setelah dari sini! Bagaimana kalau kita lanjut ke karaoke? kita harus menghabiskan waktu ini! karena jarang-jarang kita bisa berkumpul bersama!."
"setuju!!!."
hanya Kai yang masih diam saja tak menanggapi ucapan teman-temannya. Karena sejujurnya dalam hati dia sangat sebal akibat kehadiran Sherly yang selalu menatap ke arahnya.
sedangkan di rumah...
Rania menatap berkaca-kaca layar televisi. yang menampilkan potret Kainan bertemu kembali dengan mantra Mantan istrinya yang ternyata adalah seorang supermodel. rupanya kebersamaan keduanya diam-diam diikuti oleh paparazzi.
"rupanya wanita yang memeluknya tadi adalah mantan istrinya! dan ternyata dia sangat cantik!."
gumam Rania dengan suara lemah.
**.
"Rania!! kau begitu cantik!!."
Rania segera membantu memapah tubuh Kai yang datang bersama Sony.
"nona!! Dia sedang mabuk! Saya harap anda bisa mengurusnya."
buukkk!!!
***...***