Sensasi Rania

1224 Kata
"kantornya besar sekali!! Apa benar Kainan yang menjadi bos di kantor ini?." Sherly menatap tak percaya bangunan tinggi dan megah di hadapannya. dia merasa tak percaya kalau mantan suaminya yang menjadi bos disana. "eh tunggu!!." seorang karyawati segera menghentikan langkahnya. "Ada apa nyonya?." karyawati itu memindai Sherly dari atas hingga bawah. "Apa benar ini kantor dari Kainan Erlangga?." karyawati itu langsung mengangguk. "iya benar! jika ada perlu silakan masuk ke dalam! Anda bisa mengatakan keperluan anda pada resepsionis!." Sherly tampak begitu girang, dia menggigit kecil bibir bawahnya karena membayangkan pertemuannya kembali dengan Kai. "dia pasti akan sangat senang sekali bertemu lagi denganku. setelah itu kita akan kembali merajut asmara. aku akan menjadi wanita kaya raya." Sherly bergumam sambil melenggak-lenggokkan tubuhnya. dia begitu senang dan bahagia. para karyawan dan karyawati di kantor Itu tampak tidak terlalu memperhatikannya. sudah menjadi hal biasa di kantor itu, dipenuhi dengan wanita cantik ataupun pria tampan. karena banyak artis-artis yang sudah diorbitkan oleh perusahaan agency terbesar itu. "Saya ingin bertemu dengan pak Kainan." Sherly langsung menghadap pada resepsionis. "saat ini pak Kai sedang rapat, Anda bisa menunggunya jika ingin bertemu. saya akan melaporkannya langsung kepada Pak Tino." jawap resepsionis itu memindai Sherly yang tampak asing. "baiklah! saya akan menunggunya di atas." jawab Sherly segera berjalan menuju arah lift. jujur saja dadanya terasa bertalu dengan kencang karena selama lima tahun, dia tidak pernah lagi bertemu dengan Kai. bahkan sejak mereka memutuskan untuk bercerai. "Kai!!." Kai yang baru saja keluar dari ruangan meeting bersama dengan yang lainnya. segera menghentikan langkah saat mendengar suara. "Sherly!!." seru pria itu saat melihat kehadiran Mantan istrinya. para karyawannya yang tadi meeting bersamanya pun tampak mengerutkan kening. "kalian semua boleh Kembali ke tempat masing-masing! saya akan bertemu dengan dia!." Kai berjalan menuju arah ruangannya. Sherly pun terburu-buru mengikutinya. "dia sungguh berbeda! dan sangat tampan!." Sherly segera membantin saat melihat penampilan Kai yang begitu sempurna di matanya. "Kai!! aku sangat bahagia bertemu denganmu lagi!." Sherly bergerak cepat hendak memeluk tubuh Kai. namun pria itu mundur ke belakang segera. Sherly pun menghentikan pergerakannya. "kenapa? kau tak rindu padaku?." Sherly menatap penuh harap wajah tampan Kai yang tampak dewasa. "jujur saja tidak! untuk apa aku harus merindukanmu?." jlep!! perkataan Kainan itu langsung menembus hati Sherly. dia bisa melihat perubahan pandangan pria itu. sudah tidak ada cinta di dalamnya. "ayolah!! aku minta maaf! karena dulu memutuskan untuk bercerai darimu. hanya karena obsesi mengejar karir di luar negeri." Sherly sudah hendak menangis melihat penolakan Kai. "kalau kamu sudah tahu bagaimana kesalahanmu dulu! Lalu kenapa sekarang kamu begitu percaya diri untuk menemuiku lagi?." Kai menyandarkan tubuh di meja kerjanya. tatapannya begitu menghunus kepada Sherly yang tampak menangis. namun tidak ada rasa iba di dalam hatinya melihat wanita itu kembali. "aku tahu salah Kai!! dan aku datang kemari untuk memperbaiki semuanya! karena jujur saja selama di luar negeri, Aku tidak pernah bisa melupakanmu!." seru Sherly dengan wajah memelasnya. Kai hanya mendengus mendengar ucapan yang keluar dari bibir manis Sherly. "Tapi sayangnya aku sudah melupakan semuanya! pernikahan kita dulu pun aku anggap tidak pernah terjadi! jadi kamu hanya membuang-buang waktu di sini untuk menemuiku. bukankah kamu sudah memiliki kehidupan yang lebih baik sebagai model terkenal di luar negeri sana? kembalilah pada kehidupanmu dan jangan ganggu aku!!." Kai kembali berucap dengan tegas sambil berjalan menuju arah kursi kerjanya. namun Sherly tidak patah arang untuk kembali menggapai mantannya. "tidak!! kamulah kehidupan aku yang sebenarnya. makanya aku kembali untuk menggapaimu. mari kita pulang kembali pernikahan yang kandas itu. Aku berjanji akan menjadi istri yang baik. kita akan memiliki anak yang banyak seperti yang kau inginkan dulu." suara Sherly terdengar begitu mengharap. dia bergerak menghampiri Kai di kursi kerjanya. dan dia hendak mendudukan tubuhnya di pangkuan pria itu. buukkk!! namun dengan teganya, Kai malah mendorongnya hingga jatuh ke lantai. Sherly pun meringis kesakitan karena bokongnya mencium benda padat itu. aauuu!! "keluar dari sini!! Aku tidak mengharapkan apapun dari hubungan kita dulu. aku juga sudah lama melupakanmu. Karena sekarang aku sudah memiliki mainan baru yang lebih menyenangkan. oh Rania!!." Kai menyambung ucapannya dengan membatin membayangkan wajah Rania yang imut dan cantik. "kamu tega! Padahal aku kemari untuk menjalin kembali hubungan kita! bukankah dulu kamu sangat mencintaiku? Aku tidak yakin kamu melupakan aku secepat itu!!." Sherly tetap saja ngotot dan membangunkan tubuhnya. di wajahnya sudah bersimbah air mata, entah itu air mata penyesalan atau air Mata buaya. hanya dirinya sendiri yang tahu. Kai segera mendengus mendengar ucapannya. "percaya diri sekali! aku mengacungkan jempol atas kepercayaan dirimu itu! tapi jangan sampai karena kepercayaan dirimu yang begitu besar! membuatmu hilang akal. karena pada akhirnya nanti kamu akan kecewa dan gila. saat mengetahui kenyataan, kalau ternyata semua tak seindah yang kau bayangkan." Kai segera melambaikan tangannya bertanda mengusir halus kehadiran wanita itu. "Kai!! aku datang lagi untuk memperbaiki semuanya!! dan aku tidak akan pernah menyerah!!." teriak Sherly segera dengan suara kencang, hal itu mengundang Tino untuk masuk ke dalam ruangan bosnya. "usir dia dari sini!!." seru Kai memberi perintah dengan tegas. "Kai!! kamu tidak bisa melakukan ini padaku!! karena aku adalah wanita yang kau cintai!! lepaskan!!." Sherly berusaha berontak di tangan Tino. namun pria itu tak memberinya waktu untuk bergerak. "Sherly! Kenapa dia bisa hadir kembali?." Sony yang baru saja tiba, tampak heran melihat penampakan mantan istri bosnya. "entahlah!! tapi hal ini membuat aku kesal! jangan sampai dia kembali lagi, karena jika aku sedang kalap. aku bisa lupa diri dan membunuhnya." Sony segera memindai wajah bosnya yang kembali duduk di kursi kerjanya. "anda benar-benar sudah move on! Saya adalah orang pertama yang sangat bahagia melihat hal itu." Kai tertegun mendengar ucapan Sony. asisten yang paling lama bekerja dengannya, sekaligus sahabatnya. "benarkah Aku sudah move on?." Sony tentu saja langsung mengangguk. "iya!! dulu Anda begitu bucin kepada Sherly. bahkan rela melakukan apa saja untuknya. tapi sekarang, Anda terlihat begitu membencinya." Sony masih menatap wajah Kai. "mungkin itu karena dia!." gumam Kai meraba dagunya sembari tersenyum-senyum. "itu berkat Rania. dan anda sudah jatuh cinta kepada gadis muda itu." Sony segera menanggapi gumaman Kai sambil berjalan keluar. **. "sedang apa?." alangkah terkejutnya Rania saat tiba-tiba Kai sudah menyandarkan dagu di pundaknya. pria itu bahkan memeluknya dari belakang. "ah Tuan Kai!! anda sudah pulang. maaf kalau saya tidak mendengar anda." jawab Rania gugup setengah mati. apalagi saat Kai mengendus lehernya, dia pun merinding seketika. "apa sebaiknya kamu ikut saja ke kantor denganku? aku tidak bisa jika tidak melihatmu sebentar saja. aku teramat merindukanmu." bisik Kai menggigit kecil kuping Rania. "ah tidak tuan!! Saya tidak terbiasa berada di kawasan kantor. Saya malu!." Rania langsung saja menolak keinginan Kai itu. "tapi kamu adalah vitamin bagiku. Kamu adalah penyemangat." Kai langsung meraih tubuh Rania dan berbalik menghadapnya. cup!! tanpa aba-aba, dia menyambar bibir gadis itu dan melumatnya dalam. Rania mundur kebelakang hingga tubuhnya mentok pada meja rias. eehhmmz!! Rania berusaha berdehem untuk mengimbangi ciuman Kai yang begitu dalam dan menuntut. namun pria itu benar-benar menguasai bibirnya. sangat rakus dan liar. "oh Rania!!!." rintih Kai menciumi bagian leher Rania. dan gadis itu pun mendongakkan kepalanya. seakan memberi akses kepada Kai untuk mencumbui area itu. "Rania!! tubuhmu benar-benar candu. bibirmu sangat manis, dan kau sangat wangi!!." hap!! dengan sekali hentakan, Kai sudah menggendong tubuh mungil Rania menuju arah tempat tidur. pria itu langsung merebahkan tubuh gadis itu di sana Lalu menindihnya. dia kembali melabuhkan ciuman liarnya. bukan hanya pada area leher. Tapi kini turun ke d**a. dan perut Rania. aaahhh!!! ***...***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN