Kai terlihat semakin liar saja melabuhkan ciuman-ciuman ke tubuh Rania yang sudah polos. Karena kimono mandi Wanita itu sudah tergeletak di lantai dalam kondisi mengenaskan. "Kau memang candu, selalu sukses membuatku menggila." Disela kegiatannya yang terasa sangat menyenangkan, Kai bersuara dengan nafas yang memburu. "Tuan!! Sebentar lagi Anda akan ke kantor, Apa Anda tidak takut terlambat?." Kai mengangkat wajahnya mendengar ucapan Rania. "Tidak!! Perusahaan Itu milikku, saya bisa datang dan pergi sesuka hati. Jadi Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun." Kai kembali mengecup bibir Rania yang benar-benar terasa manis seperti madu. Keduanya kembali bergelut di atas ranjang, berguling-guling di atas kasur tanpa melepas ciuman yang terasa benar-benar memabukkan. Aahhh!! Sedikit

