Harus kuat untuk tetap bertahan

491 Kata
“Aduhhh kepala ku.....” aku bergumam sambil memegang kepalaku “kamu sudah bangun?” Aku tersentak dengar suara itu. Mataku membesar melihat sekeliling ku. aku melihat seorang pria dihadapan ku. seorang pria bertubuh tinggi, putih. Berkumis dan jenggot yang sepertinya tidak dirawat. siapa ini?apakah ini yg dimaksud bibi nita yang bernama Michael Young?tp siapa dia?aku bahkan tidak mengenalnya. Dan Aku berada diatas tempat tidur? Bukan kah tadi aku berada disana?kapan aku pindah ketempat tidur? batin ku “Tadi kamu pingsan disana, aku mengangkat mu ke tempat tidur.” Jawabnya seperti dia mengetahui apa yang kupikirkan. “sepertinya efek obat bius itu belum hilang sepenuhnya. ” “tadi bi nita sudah memberi obat penghilang rasa sakit dikepalamu. Kenapa tidak diminum?” Apa???dia mengangkat ku?apa dia menyentuhkan?aku berbicara dalam benakku sambil memeriksa seluruh tubuhku. “tidak usah khawatir,aku belum menyentuhmu. Setidaknya belum saat ini.” Jawabnya SIAPA KAMU?MENGAPA KAU MENCURI DAN MEMBAWAKU KESINI?APA YANG KAU INGINKAN???aku berteriak sambil menatap bola matanya dengan tajam. aku sangat marah. ingin rasa memukulnya untuk melampiaskan amarah. karena aku tidak trima dengan perlakuannya kepadaku. “minumlah obat ini, agar sakit dikepalamu hilang.” Jawabnya tanpa memperdulikan pertanyaan ku. Sambil memberikan air dan obat. “JANGAN BASA BASI...JAWAB PERTANYAANKU...LEPASKAN AKU!!!!” aku kembali berteriak sambil menepis tangannya yang memegang gelas sehingga gelas itu jatuh dan pecah. “Peraturan pertama dirumah ini, jangan pernah sekalipun bertanya tentang apa pun kepadaku Dan yang kedua lakukan apa yang kuprintahkan tanpa membantah,dan yang ketiga jangan berteriak kepadaku!!!” jawabnya pelan tapi tegas sambil menatap ke arah mataku. Dengan tatapan yang begitu mengerikan, seperti seekor singa lapar yang siap menangkap mangsanya kapan pun. Aku sangat takut melihatnya, aku bahkan ingin menangis sejadi-jadinya. Tapi aku menahan karena aku tidak mau terlihat lemah dihadapannya. “bersihkan kaca-kaca ini.”printahnya kepada bibi nita yang datang tiba-tiba karena mendengar pecahan kaca. “baik tuan muda.”jawab nya Lalu dia pergi dan berlalu. “Nona tidak apa-apa?” tanya bi nita. “Tidak bi, saya baik-baik saja.” Jawab ku Air mata yang sedari tadi kutahan akhirnya tumpah. Aku menangis sampai badan ku bergetar. Aku sangat takut. Bahkan untuk bernafas pun aku sangat sulit. “Minum la obatnya non, supaya sakit dikepala nona hilang.” “jangan khawatir, ini hanya untuk menyembuhkan pusing karena efek bius itu.”sambil menyodorkan obat dan air. “sepertinya bibi orang baik. Kenapa bibi ada disni?” tanya ku, sambil meminum obat yang diberikan. “saya sudah bekerja disni selama 30tahun. Aku banyak berhutang budi untuk keluarga ini.” Jawabnya “Mandi dan makanlah.” “Nona sudah pingsan selama 2 hari, dan hari ini nona sudah melewatkan makan siang karena pingsan tadi.” “Nona harus kuat untuk bisa bertahan.” Katanya Sambil menyodorkan napan berisi makanan. Apa??aku pingsan selama 2 hari?artinya ini adalah hari ke-3 ku dsini. batin ku “Jangan panggil nona. Panggil Rena aja. Bibi jauh lebih tua dari ku.” Kataku kemudian. “Tidak perlu sungkan nona, itu sudah tugas ku.” “silahkan dimakan nasinya dan ini pakaiannya.” Sambil meletakkan baju disamping ku “trimakasih” jawab ku pelan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN