Tekanan dalam hidupku

230 Kata
Sore hari itu notif pada aplikasi hijauku berbunyi . Dan setelah aku membukanya tenyata dari Sisca . Ada nyeri dalam d**a saat aku membacanya . " Mbak bagaimana ini tanggung jawabmu ? Ternyata kamu seorang penipu ya mbak . Tega kamu menipuku sekian banyaknya mbak . Dapat uang dari mana aku mbak untuk menutup tanggunganmu . " Aku menangis dalam diam . Entah dengan siapa aku mengadu semua sesak dalam d**a ini . Suamiku jelas tak mungkin . Karna dari awal saja dia sudah menyalahkan aku atas semua yang menimpaku saat ini . Masih terbayang - bayang bagaimana u*****n dia saat itu . " Tau rasa kan kamu . Wanita kebanyakan tingkah . Tak tau malu . Sekarang tanggung sendiri akibatnya . " Seakan d**a ini seperti dihantam bongkahan batu yang besar . Kebanyakan tingkah seperti apa yang dimaksud oleh suamiku . Bukankah dia tau kalau selama ini aku berjuang demi anak - anak . Jangankan untuk skin care . Beli bedak sachet yang seharga 3 ribu perak aku enggan . Karna aku lebih mengutamakan kebutuhan anak - anakku . Mentalku justru dihancurkan oleh orang - orang terdekatku . Bukan dukungan yang aku terima darinya . Bukan solusi . Tapi malah membuatku semakin terpuruk dengan semua ucapannya . Bukankah pasangan hidup itu harus bisa saling melengkapi dan meringankan satu sama lain tapi kenapa yang aku dapatkan justru seperti ini .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN