Sore hari itu notif pada aplikasi hijauku berbunyi . Dan setelah aku membukanya tenyata dari Sisca . Ada nyeri dalam d**a saat aku membacanya .
" Mbak bagaimana ini tanggung jawabmu ? Ternyata kamu seorang penipu ya mbak . Tega kamu menipuku sekian banyaknya mbak . Dapat uang dari mana aku mbak untuk menutup tanggunganmu . "
Aku menangis dalam diam . Entah dengan siapa aku mengadu semua sesak dalam d**a ini . Suamiku jelas tak mungkin . Karna dari awal saja dia sudah menyalahkan aku atas semua yang menimpaku saat ini . Masih terbayang - bayang bagaimana u*****n dia saat itu .
" Tau rasa kan kamu . Wanita kebanyakan tingkah . Tak tau malu . Sekarang tanggung sendiri akibatnya . "
Seakan d**a ini seperti dihantam bongkahan batu yang besar . Kebanyakan tingkah seperti apa yang dimaksud oleh suamiku .
Bukankah dia tau kalau selama ini aku berjuang demi anak - anak . Jangankan untuk skin care . Beli bedak sachet yang seharga 3 ribu perak aku enggan . Karna aku lebih mengutamakan kebutuhan anak - anakku .
Mentalku justru dihancurkan oleh orang - orang terdekatku . Bukan dukungan yang aku terima darinya . Bukan solusi . Tapi malah membuatku semakin terpuruk dengan semua ucapannya .
Bukankah pasangan hidup itu harus bisa saling melengkapi dan meringankan satu sama lain tapi kenapa yang aku dapatkan justru seperti ini .