Keputusanku

275 Kata
Setelah memikirkannya lagi selama satu minggu . Aku sudah mengambil keputusan . Kalau aku akan tetap mencicilnya setiap harinya sepulang dari jualan . Bukan tanpa alasan aku menolak pinjaman BANK yang ditawarkan oleh Sisca . Aku takut kalau semua ini malah akan membuatku semakin terpuruk . 4 tahun bukan waktu yang sebentar untukku . Apalagi aku belum terlalu lama mengenal Sisca . Aku hanya mengenalnya sebatas grup aplikasi hijau . Aku pun tak pernah bertemu dengannya sebelumnya . Kita dekat hanya sebatas admin dan membernya di dunia maya . Tak pernah kopi darat juga dengan member yang lain . Mungkin dengan semua keputusan ini . Aku dan Sisca tak lagi menjadi korban setan yang bernama uang . Saat ini aku bukan hanya menyelamatkan diriku tetapi juga menyelamatkan Sisca . Kalau aku jadi mengambil pinjaman di BANK yang ditawarkan oleh Sisca . Misalnya Sisca gagal bayar . Dia pasti akan kehilangan asetnya saat ini . Dan aku pun juga akan menjadi kejar - kejaran pihak BANK tempat aku meminjam . Aku meminta tolong pada pihak BANK agar tak menyetujui pinjaman yang aku ajukan . Dan aku berterus terang pada pihak BANK bahwa aku hanya dimintai tolong untuk meminjamkan nama . Dan aku takut karna sebelumnya aku memang tak pernah memegang uang sebanyak itu . Berterus terang mungkin adalah jalan keluar terbaik dari semua masalah ini . Tak mengapa Sisca murka padaku yang pasti kita berdua tak terjerumus dalam lingkaran ini semakin dalam . Aku berharap Sisca segera bisa keluar dari arisan yang dia buat . Karna aku tau sebenarnya kerugian yang harus dia tanggung nggak sedikit karna ulah dari zonkker yang lari dari tanggung jawabnya .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN