bc

SALAH MEMBENCI

book_age18+
145
IKUTI
1K
BACA
billionaire
possessive
contract marriage
love after marriage
others
genius
campus
office/work place
enimies to lovers
like
intro-logo
Uraian

HANYA UNTUK USIA 18++

Kisah ini dimulai jauh sebelum mereka mengetahui perjodohan itu, jauh sebelum mereka tahu keputusan kehidupan yang memilih mereka untuk bersatu, cinta yang dimulai dari rasa kebencian dan amarah, mungkin kah Olivia Zein mencintai Andrian Pratama Khan tanpa iya sadar sedari mereka kecil?, atau Andri yg sudah nenaruh hati dengan Olivia si gadis gendut yg selalu jadi bahan b***y an teman - temannya ?

mungkinkah rasa benci di massa itu bisa berubah menjadi rasa cinta yang tulus, olivia zein seorang gadis yang yang cantik di usianya yang baru menginjak 20 tahun dia sudah mendapatkan gelar sarjana seni tari di universitas ternama di Belanda, badannya yang gemulai mengikuti alunan musik yang seakan - akan bernyawa, ya semenjak olivia kecil yang selalu di ledekin karena tubuhnya yang gemuk dan kulitnya yang hitam membuat dia tidak percaya diri, semenjak kelulusan nya itu olivia seperti di telan bumi dia menghilang begitu saja, tidak ada satu pun teman sekolahnya tahu dimana keberadaan gadis kecil ini, entah dimana dia melanjutkan sekolahnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Masa Itu
Olivia duduk termenung di bangku sekolah Dia menahan d**a yg terasa sesak untuknya, tanpa via sadari air matanya jatuh, anak perempuan usia 10tahun harus pilu memikirkan kedua orang tuanya yang akan berpisah dalam waktu dekat ini, hati anak mana yg tak sakit melihat kedua orang tua yang ia sayangi akan berpisah, ya walaupun via tau sulit untuk dia bertanya kenapa mama dan papanya bertengkar dan memilih berpisah. 'mengapa mama dan papa enggak bertanya isi hati via!,mama dan papa selalu bertengkar dan bertengkar mereka selalu melupakan keberadaan ku, dan enggak pernah bertanya apakah aku tersakiti, apa jangan - jangan mama dan papa tidak pernah menganggap ku sebagai anak mereka' lirih dalam batin via bertanya apa penyebab orang tuanya harus saling menyakiti, tanpa Via sadari Egi teman sekelas serta sahabatnya mendekati dan duduk persis di sebelahnya. " Vi kenapa kamu? Kamu sakit Vi? Atau kamu terluka ?" " Hah, ga Gi aku hanya sedih jika aku harus berpisah dengan mu" Ucap Via sambil memeluk sahabat tersayangnya, bagaimana tidak, Egi adalah tetangga juga sahabatnya saat ini. "Kenapa Vi kamu berfikir untuk pindah? Apa ada yang salah dengan sekolah atau teman- teman disini ?! " Tanya Egi dengan serius dan sedih tak percaya sahabatnya akan pindah sekolah dan meninggalkannya. Via hanya mampu menangis tanpa membalas jawaban Egi. Egi yang menyadari keadaan temannya yg bersedih hanya mampu saling berpelukan untuk saling menenangkan, sampai bus sekolah mereka sudah datang menjemput mereka pulang. ******* Tak ada pembahasan lg kapan via akan pindah, Egi pun tak sanggup bertanya karena akan membuat temennya bersedih lagi, harini adalah hari kenaikan kelas siswa SD budi luhur, terlihat sekolah ramai dengan wali murid yang akan mengambil rapot, tampak via berjalan dengan di temani Bi Asih, pengasuh Via sudah biasa setiap ambil raport selalu Bi Asih yg datang menggantikan kedua orang tua Via yang sangat sibuk, entah sibuk apa hingga tak sanggup meluangkan waktu untuk anaknya sendiri, tapi sepertinya via sudah terbiasa dengan keadaan itu dan melenggang santai memasuki kelasnya dengan Bi Asih tanpa merasa sedih ataupun canggung, ditambah di sekolah ini anak- anak muridnya sopan dan tidak begitu nakal yang suka mem b***y teman sekelasnya. "Selamat via, kamu naik ke kelas 6 sekarang dan nilai mu sangat memuaskan kamu rangking 1,selamat ya Olivia" Ucap wali kelasnya kepada via. " Terimakasih bu" "Via, ibu dengar setelah ini kamu akan pindah? Sayang sekali ibu rasa hanya sisa 1tahun lagi Via, tapi ibu tidak bisa banyak bicara dengan orang tua mu yg jarang hadir di pertemuan sekolah" Ujar wali kelas " Hmmm, maaf Bu mama dan papa sangat sibuk mungkin bu, dan untuk kepindahan itu mama malah belum cerita sm Via kalau Via akan pindah, Via cuma tau Via akan pindah sekolah tapi Via g tau kalo ternyata kenaikan ini waktu pindahnya bu" Lirih Via yg menahan sedih sambil menjelaskan yg anak ini tahu. " Tidak apa Via, mungkin kedua orang tua mu punya alasan yg terbaik untuk dirimu, sekali lagi ibu ucapkan selamat ya nak telah naik kelas dengan nilai yg memuaskan" Ucapan wali kelas mengalihkan pembicaraan mengenai kepindahannya, sepertinya wali kelas bisa mengerti isi hati salah satu muridnya ini, yang terlihat jelas kesedihan dimatanya. "Terimakasih bu untuk ucapannya, Via izin pulang ya bu, ". " Iya Via, hati - hati di jalan ya nak, dan salam untuk kedua orang tua mu" Ucap wali kelas mengakhiri pembicarran mereka dan mulai mencari nama murid yang lainnya. ******* Malam sudah menunjukkan pukul 8 malam, via mengetuk pintu kamar mama dan papanya. " Ma ini Via, masuk ya " Sambil Via membuka pintu kamar mama dan papanya, terlihat mama yg mulai mengemasi barang yg akan dimasukkan ke koper. " Ma kita beneran pindah besok? " Tanya Via pada mama nya. " Bener lah Via, kalau mama bohong mama gak bakal rapi-rapi, besok kita balik ke rumah nenek ya, sementara kamu bakal sekolah disana selama 1tahun saja kok, nanti klo km di urus nenek kamu jangan nakal ya Via, cuma 1tahun aja, " Mohon mama pada Via " Iya ma, tapi mama balik langsung ke belanda dan Via sendirian disana ma, Via kesepian ma" Via sambil meneteskan air matanya sambil berbalik ke kamar nya tanpa menunggu jawaban dari sang mama. " Viaaa " Lirih mama sedih melihat anaknya, tapi kondisi yang mengharuskan mereka melewati keadaan ini. " ******** Hari ini minggu waktunya bersantai dan berkumpul dengan keluarga, tapi tidak dengan Olivia, iya memandang sendu dari balik jendela kamarnya, bersandar di lengan sebagai pengganti bantal, sambil mata nya melirik keluar mengawasi setiap orang yang lewat di sekitar rumahnya. ' andai saja aku memiliki keluarga seperti itu, berbahagia menyambut hari libur bercengkrama dengan keluarga sekedar hanya bermain bulu tangkis saja terasa bahagia sekali ' ucap Via di dalam hatinya. tiba" suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunan nya. tok tok tok "neng Via, ini ada tamu neng Egi ada di teras neng " suara bi Asih yang sangat jelas terdengar dr balik pintu. " Bi, minta Egi masuk ke kamar ku saja ya bi" pinta Via kepada bi Asih tanpa berpindah posisi duduk menghadap keluar jendela. tak butuk waktu lama untuk Egi melenggang ke kamar Via, karena Egi sudah terbiasa main atau sekedar beristirahat di rumah Via, " wooi, pagi - pagi kok melamun nanti ke sambet loooh" ledek Egi " enggak kok, aku cuma senang aja melihat ke arah rumah Anya, kayaknya keluarga mereka sempurna ya Gi, setiap hari libur pasti deh om Chandra bakal ajak anak - anaknya main di luar sekedar main bola atau bulu tangkis" ujar Via sambil menatap ke arah rumah tetangganya yang berhadapan persis di depannya. " ehhh apa yang kita lihat terkadang belum tentu seperti kenyataannya Via, kata mama ku terkadang orang dewasa suka menyembunyikan kesedihan dan ke khawatiran mereka, seakan mereka bahagia tiap hari" sanggah Egi, Egi yang selalu berfikiran dewasa dari pada usianya. " Via udah lah dari pada kamu di kamar bersedih terus ayo kita main ke rumah ku yuk, mama dan papa sudah kangen sama kamu, apalagi mama yang kangen lihat kamu makan serabi buatan mama, " ucap Egi menghibur sahabatnya ini. " Gi, besok aku akan pindah ke rumah nenek, mungkin hari ini terakhir kita bermain bersama, kuharap kelak aku pindah persahabatan kita bakal terus ya Gi" entah mengapa via takut dengan kepindahannya ini membuat dia dan Egi kelak tak bersahabat lagi. " Viaaaaa, kok kamu baru bilang!! aku sediih Via, kamu tega banget baru bilang, sedangkan besok kamu sudah pindah" isak tangis Egi pecah karena Via baru memberikan kabar kepindahannya esok. " Aku gak mau Kamu sedih, dan aku berfikir aku masih bisa membatalkan keputusan mama untuk pindah, ta .. ta.. tapi aku gagall Gi" tangiss Via pecah. mereka pun berpelukan sambil menangis, suasana seketika hening dan sendu hanya terdengar tangisan pilu dari mereka berdua. ***** Sekitar 30 menit mereka habiskan menangis berpelukan di kamar Via. Egi yang merasa sahabatnya ini butuh untuk di hibur, di ajaknya Via untuk langsung menuju rumahnya. " Ya udah Vi, yuk kita kerumah ku sekarang, mama ku sudah menunggu mu. Mama bikin serabi ke sukaan mu harini" " Tante mita selalu baik, Aku pasti akan merindukan serabi buatan tante Mita, ayo Gi aku sudah tidak sabar" mereka pun keluar dari kamar dan menuju ke rumah Egi yang persis berada di sebelah kanan rumah Via. Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di rumah Egi. Mereka langsung menuju taman belakang. Rumah Egi yang memiliki taman di belakang rumahnya menambah kesan asri dan nyaman di tambah keluarga Egi yang sangat hangat dan selalu membuat Via merasa nyaman. Via yang kesehariannya selalu merasa kesepian semenjak mama bekerja di Belanda 2tahun silam, membuatnya merasa sangat nyaman berada di rumah Egi. Terkadang jika mama Via berada di Belanda, Via sering Izin ke Papanya untuk menginap di rumah Egi. Egi sudah seperti keluarga ke dua bagi Via. Tante Mita yang melihat kami dari balik jendela belakang bergegas masuk ke dalam rumahnya dan menyapa Via dan Egi. " assalamuallaikum via, tante tunggu dari tadi loh, ayo langsung ke taman, tuh om Ari lagi sibuk makan serabi kesukaan mu" " wallaikum salam tante Mita, iya tan tadi Via ngobrol dulu sama Egi, wah om Ari nyolong start nieh aku ga mau kehabisan serabi ter enak buatan tante Mita, ga ada tandingannya, hi hi hi " " iya tuh om Ari ga mau kalah sama via, ayo sana makan serabinya selagi masih hangat enak" tante Mita yang senang karena via sangat menyukai serabi buatannya. Tak lama setelah menyapa Via tante Mita menuju ke dapur yang tidak begitu jauh dari pintu ke arah taman belakang rumahnya untuk menyiapkan minuman dan beberapa kudapan dan buah. Via yang langsung menuju ke gazebo kecil di taman belakang menuju ke arah om Ari yang sedang menikmati serabi buatan istri nya. " Om Ari" teriak Via mengagetkannya yang sedang menikmati serabi sambil melihat ke arah kolam koi disebelah gazebonya. "Via ngagetin om saja" " Iih curang banget enggak nunggu Via sama Egi nih. Langsung makan duluan saja, enggak seru ya Gi" ucap Via ngambek sambil melirik Egi untuk menjadi sporter nya melawan om Ari. Om Ari yang masih terkejut dan langsung tertawa melihat ke dua gadis kecil yang sedang ngambek ke arahnya. Via sudah di anggap seperti anak ke 2 bagi Om Andri dan Tante Mita. " ha ha ha, lagian kalian lama banget sih, kan serabi nya Sudah sangat menggoda" Balas meledek via sambil tertawa bahagia. " sudah ini masih banyak, Ayo mulai di santep sebelum om habisin niehhh hayoo " ledek om Ari lagi sambil menyendok kan serabi ke dalam piring kecil dan di berikan kepada Via dan Egi. Via yang serius menikmati setiap suapan serabi tanpa mengeluarkan kata - kata dari mulutnya seakan - akan sudah membisu karena enaknya serabi buatan tante Mita. Tiba - Tiba tante Mita mendekati mereka sambil membawa nampan berisi es teh manis, sepiring buah mangga yang sudah di potong dan beberpa kudapan lainnya. " ayo, ini tante bawakan minuman dan buah, langsung di nikmati ya" semua tersenyum manja ke arah tante Mita sebagai ucapan terima kasih dari Via, Egi, dan om Ari. " ma, Via besok pindah ke rumah nenek yang berada di kampung satria" tiba - tiba Egi membuka pembicaran membahas esok hari tentang kepindaham Via. Om Ari dan tante Mita melihat ke arah Via. " iya Gi mama sudah tahu, semalam tante Kemala sudah cerita sama mama di telepon" "loh kok cuma papa yang enggak tahu, mama dan Egi kok baru cerita? " timpal om Ari yang kaget mendengar Via yang akan pindah esok hari. "yah pa, Egi aja baru tahu tadi bagaimana mau cerita sama papa" jawab Egi yang juga baru tahu dari Via hari ini. Tante Mita melirik ke arah Via melihat wajah via yang menahan kesedihan membuatnya merasa ikut sedih. Tante Mita akhrinya berusaha mengalihkan topik pembicaraan, agar Via tidak berlarut dalam kesedihannya. "sudah - sudah, kasian Via tuh dia udah bersedih, lagian juga kalau kita kangen masih bisa hubungi Via, hari ini kita harus habiskan dengan kebahagiaan, habis makan kita langsung nonton yaa, Via juga menginap di rumah tante ya malam ini, kita habiskan waktu seharian dengan bersenang - senang bersama enggak boleh bersedih lagi oke, setuju? " " iya tan, Via setuju , abis selesai makan Via izin ke Bi Asih dulu ya buat bilang ke bi Asih Via bobo di sini dan bi Asih enggak perlu tunggu Via" " enggak usah nanti om saja yang kerumah kamu buat bilang ke bi Asih, kamu nikmati saja waktu di sini" ucap om Ari . Waktu seharian di habis kan Via bersama Egi dan keluarganya, mereka tertawa bersama di taman belakang sambil menikmati kudapan yang di buat oleh tante Mita. Sudah waktunya magribh dan mereka sholat berjamaah yang kemudian di susul dengan makan malam bersama dan di lanjut dengan menonton film di ruang keluarga. Via sangat bahagia sampai sedikit melupakan kalau esok dia harus pindah dan memulai hidup barunya di rumah nenek. Mereka baru beranjak ke kamar pukul 12 malam setelah menonton 3 film non stop.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook