25

247 Kata

“Semoga lo aja, ya, Marve. Gue gak siap, sementara Sodia pasti gak percaya ginian tuh anak,” sindir Ruby kepada Sofia. Saat itu, pikiran Lisa sedang entah berada di mana. Fokusnya terpecah, meskipun emosinya telah stabil berkat Marve dan Ruby. Hanya saja, gadis itu tiaba-tiba memikirkan perkataan Jenny. Bagaimana jika memang nantinya papa dia menikah lagi? Pikiran negatif terus menguasai gadis itu. Padahal, tidak biasanya dia seperti ini. Mungkin, dia hanya belum ikhlas untuk melepaskan Lily dari hidupnya. Sekelebat ingatan tentang James tadi pun ikut mendadak muncul. Sial, Sofia benci akan hal menyakitkan yang terus berkeliaran di ingatannya. Kata-kata dari James yang membuat Sofia berkata dalam hati, “teganya dia”. James malah tidak mengunjungi Sofia kemarin padahal orang tua James da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN