Kebencian Sofia akan kekuatan ajaib semakin menyeruak. Terlebih, ingatannya yang tajam itu terus memutar tentang ucapan papanya kemarin sore. Tentang perjanjian, tentang takdir yang membuat Sofia begitu merasa bersalah atas kehidupannya. Yang membuat Sofia berpikir ia tidak pantas hidup bahagia. Gadis berkalung bunga lily itu menatap kosong ponsel yang ada di depannya. Layar alat komukasinya itu menampakkan riwayat panggilan masuk dari papa Sofia. Rodrigo pasti cemas sekali terhadap anak semata wayangnya. Apalagi, dia tentunya sudah mendapatkan informasi bahwa Sofia mendaoatkan undangan spesial yang artinya, takdir anaknya itu benar - benar nyata. Kebencian Sofia akan kekuatan ajaib semakin menyeruak. Terlebih, ingatannya yang tajam itu terus memutar tentang ucapan papanya kemarin sore.

