Chapter 20

2475 Kata

Udara dingin menyapu malam ibu kota. Semilir angin melengkapi rasa dingin yang menembus ke dalam kulit. Silla, mengusap lengannya yang sudah terbalut dengan pakaian tebal. Tapi, wanita itu masih saja merasa dingin karena udara dimalam hari yang menembus hingga ke tulangnya. Wanita itu menatap langit malam dibalkon apartemen milik Edgar. Dia memutuskan menetap disini dan menghilang sejenak dari kehidupannya yang dia jalani. Wanita itu merasa dia butuh menyendiri. Matanya sejenak mengamati bintang yang gemerlap sejajar dilangit. Begitu senang dan bahagianya mereka semua seolah tak memiliki beban saja. Silla terkadang iri, orang hanya tah bahwa dia memang wanita yang tidak punya malu dan juga tak suka mengambil pusing suatu masalah dihidupnya. Tapi mereka semua salah, jujur walau tak te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN