Silla sudah menegang dan otaknya berhenti berputar. Tapi, tiba - tiba Dimas tertawa kencang membuat Silla jadi bingung. Dimas nampak senang melihat ekspresi Silla yang sangat menggelikan. "Astaga Sill, lo lucu banget!!" "Lucu?" "Iyalah muka b**o banget lo! Adik gue nggak mati anjir.." Silla melongo dan akhirnya tersadar dan memukul bahu Dimas. Dia kemudian mengusap air matanya yang sudah menetes ke pipinya. "Hikss.. parah lo!! Gue kira lo beneran hikss hikss.." Dimas masih tega menertawai Silla yang menangis tersendu - sendu karena leluconnya. Dimas kemudian berhenti tertawa dan berusaha meminta maaf kepada wanita itu. "Hahaha sorry, gue nggak tau ternyata lo baperan gini hahaa.." "Sialan lo, gue pikir itu beneran." Kemudian Silla menatap cemberut ke arah Dimas, "Tega ya lo doa

