24. Retak

1365 Kata

Pagi sekali aku sibuk di dapur bersama Mama. Membuat sarapan untuk kami. Beberapa pelayan juga turut andil jika Mama meminta bantuan. Matahari belum terlihat. Tertutup gumpalan awan. "Kapan-kapan ajak main kesini, Mama mau ngobrol." Aku mengangguk. "Dulu dia pernah ke sini kok, tapi Mama udah pergi duluan jadi nggak ketemu." "Yah, sayang banget. Harusnya Mama nggak usah pergi aja hari itu." Mama mendesah kecewa. "Kamu suka banget ya sama dia? Kayaknya juga dari lama, dia yang ada di lock screen kamu kan?" Aku mengulum bibir. "Iya." Mama berseru. "Anak Mama udah gede. Udah tahu pacaran ya sekarang!" Kami tertawa. Suasana menjadi hening ketika aku sibuk menata meja makan sementara Mama masih memasak hidangan. "Oh iya, Mama mau ngomong sesuatu." Kami duduk di meja makan. Menung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN