Setelah acara tangis tangisan dan peluk pelukan, tanganku di tarik keluar ruang data, dan di ajak pulang. “Tasku om!!” jedaku pada langkah panjangnya. Dia melepasku ke ruanganku. Aku buru buru beres beres, dan mengabaikan tatapan Kirana. “Pak Reno……” Baru aku sadar, kalo suamiku menyusul masuk ke ruanganku. Pantas ruangan mendadak hening. Aku sampai grogi sendiri. Aku lirik Kirana yang biasa berkicau pun, dia diam menatap suamiku yang mendekat padaku. Hadeh mereka bakalan ngomong apa lagi ya?. “Ayo Yang pulang….kok malah bengong, kamu bilang cape” kata suamiku plus uluran tangannya ke arahku. Tentu saja aku tidak berani menyambut uluran tangannya. Aku jadi menunduk menghindari tatapan mata semua orang di ruangan administrasi. “Ayo Yang!!” suamiku malah tidak sabar dengan menarik

