Setelah dua hari di rawat akhirnya tubuh Anggana stabil, laki-laki itu diperbolehkan pulang dan beraktivitas seperti biasa. Secara fisik Anggana juga merasakan kalau tubuhnya baik, hanya mungkin energi yang terkuras saat masuk ke dalam mesin waktu cukup besar hingga membuat tubuh Anggana lemah tak berdaya. Selama dua hari perawatan, Pramesti sama sekali tidak datang ke rumah sakit. Pasti wanita itu berfikir yang tidak-tidak tentang selendang kuning yang ada di dalam tas Anggana, padahal sebenarnya itu diberikan Saraswati demi keselamatan Anggana. “Aku sangat bersyukur kamu masih bisa kembali ke sini, Anggana.” Prof. Leiden mendekat lalu memeluk Anggana dengan erat. Dalam dua hari kepergian Anggana, selama itu juga Prof. Leiden tidak pernah bisa tidur setiap malam. “Aku ingin mendengarkan

