“Aaahhh.. f**k!” geram Anggana. Pramesti kali ini yang memegang kendali. Wanita itu dengan begitu menggoda menjatuhkan tubuhnya ke lantai lalu bergerak memasukkan bagian tubuh Anggana yang menegang ke dalam mulutnya. Rasanya hangat dan luar biasa nikmat bagi Anggana. Anggana memejamkan matanya, mengumpulkan rambut Pramesti yang sedang bergerak naik turun menyelimuti tubuhnya. “Ini enak, sayang,” ucap Anggana. Tangannya tidak tinggal diam untuk mencari kelembutan di semua tubuh istrinya yang bisa terjamah. “Katakan, enak mana aku sama istrimu di sana.” “Enak kamu,” jawab Anggana cepat. Pramesti tersenyum lalu kembali melakukan hal yang sama, bahkan lebih hebat. “Aaahh, masukin ya?” pinta Anggana meminta persetujuan Pramesti “Nggak jadi, aku sudah nggak berminat.” Pramesti berniat be

