BAB 21

1345 Kata

Anggana menundukan wajahnya di depan Paduka Raja dan beberapa jajarannya. Tubuhnya bersimpuh di hadapan Raja. Matanya menatap nanar pada tanah di bawahnya. Mereka sudah sampai di Istana Kalingga Danuwara. Hal pertama yang dilakukan Paduka Raja adalah meminta Anggana untuk duduk bersimpuh di hadapannya. “Aku memperhatikanmu, Anggana. Bahkan kamu tidak sedikit pun berniat untuk membunuh, kamu hanya melukai musuhmu untuk berhenti.” Gelegar suara bariton penuh ancaman milik Paduka Raja menggelegar di seluruh penjuru halaman istana. Kalimat pertamanya menyudutkan, tetapi benar adanya. “Aku menyangsikan niatmu, apakah benar kamu ingin menjadi seorang , Prajurit? Atau ada maksud lain yang coba kamu tutupi!” tuduh Paduka Raja secara langsung. “Katakan! Katakan, Anggana!” “Aku ingin berperang, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN