Anggana saat itu juga langsung membawa Petir ke Puri. Seperti seorang yang sedang kesurupan, Anggana menunggangi kuda dengan laju yang kencang. Hari sudah berangsur malam, tetapi keinginan Anggana untuk bertemu Saraswati sudah bulat. Dengan tekad yang kuat akhirnya Anggana bisa sampai di Puri dengan selamat. Anggana mengikat tali kuda ke pohon lalu pergi masuk ke dalam rumah. “Saraswati!” “Saraswati!” “Anggana.” Itu adalah suara Bala. Laki-laki itu keluar dari dalam Puri dengan mata yang mengantuk. Memang Anggana terlalu malam datang ke Puri. Tapi bagaimana lagi, rasa penasaran dan ingin tahu bisa membunuhnya jika tidak segera mendapatkan jawaban. Apalagi, esok belum tentu Anggana masih bisa bernafas mengingat panasnya drama yang terjadi pagi ini. “Mana Saraswati?” “Tidurlah, ini sud

