Setelah lebih dari dua minggu, mungkin, karena memang tidak ada tanggalan di sini. Anggana masih belum bisa keluar dari penjara bawah tanah. Setiap hari dia mencoba mengais kayu-kayu yang seharusnya menjadi tempatnya tidur, tetapi dia gunakan untuk mencoba membuat api demi memberikan cahaya. Dia semakin sadar bahwa peran Bala dalam hidupnya sungguh berarti. Jika teringat tentang Bala, Anggana akan kembali sedih tetapi semangatnya pun akan kembali bergelora. Sedikit demi sedikit, dengan bantuan api seadanya akhirnya Anggana memahami jenis pengait yang digunakan untuk mengurung dirinya di bawah tanah. Dia membutuhkan besi tipis yang panjang untuk mengait dari dalam ruangan. Tangan Anggana keluar melalui lubang kecil yang biasa dia gunakan untuk berkomunikasi dengan Kara, sedikit lagi dia

