Malam harinya Bala dan Anggana pergi ke sebuah tebing menggunakan kuda mereka masing-masing. Sebagai murid, mereka tidak terlalu terkekang di dalam istana sama seperti Prajurit. Mereka masih bebas untuk sekedar menikmati suasana di luar Ndalem. Bala dan Anggana duduk di ujung tebing di bawah langit malam yang gelap. Suasana romantis yang seharusnya bisa dinikmati jika ditemani seorang wanita seperti Saraswati, dibanding di temani laki-laki seperti Bala. “Gan, aku ingin kamu cerita tentang kehidupan masa depan itu seperti apa? Apakah bumi kita baik-baik saja?” Anggana menatap Bala sekilas lalu kembali melihat ke langit yang terhampar luars. “Langit masih sama, ada matahari dan bulan yang tentunya masih sama, tetapi bumi kita tidak baik-baik saja.” “Kenapa bisa?” “Manusia di jamanku bany

