BAB 15

1235 Kata

Anggana memasuki ruangan gelap minim cahaya dengan lantai yang becek. Tidak ada hujan, tetapi entah kenapa jalan di ruangan bawah tanah ini basah. Anggana mengikuti nalurinya, berjalan tanpa alas kaki. Sesekali dia sempat terjatuh tetapi masih beruntung karena mendapatkan pegangan. Penerangan minim dengan jalan yang becek seperti sebuah perpaduan yang menjanjikan malapetaka. Setelah cukup lama berjalan, Anggana menemukan cahaya dari dalam. Laki-laki itu berlari tetapi tetap dengan penuh kehati-hatian. Anggana menangkap suara-suara batuk dari dalam, mencoba menajamkan pendengaran. “Balaa,” teriaknya lantang. “Gana .. Gana,” jawab suara itu dengan lirih. Anggana pastikan suara itu milik Bala yang entah bagaimana kondisinya. Semakin mendekat Anggana menemukan Bala yang sedang terikat di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN