Cinta Sejati Adrian - 14

2097 Kata

Rea melemparkan hape sembarangan ke tempat tidur disertai dengan lemparan tubuhnya. Ia menutup wajahnya dengan bantal. Emosinya ingin meledak begitu saja. Rea merasa putus asa, marah, benci dan kecewa yang berbaur jadi satu. Saat pikiran dan hatinya masih kacau balau, Rea mendengar suara pintu kamarnya diketuk. Sial, itu pasti Adrian, gumam Rea kesal. Ia sama sekali tidak ingin bertemu dengan laki-laki itu. Ia meraih bantal lagi untuk menutupi telinganya rapat-rapat dan mengabaikan ketukan pintu itu. Sayup-sayup Rea mendengar Adrian bersuara. "Aku sudah buatkan sarapan untukmu, keluarlah." Rea menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kesal. Bahkan dalam situasi seperti ini, kenapa Adrian masih saja menyuruhnya makan. Hanya mengingat soal ciuman dan pengakuan Adrian saja sud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN