Keduanya masih tenggelam di layar laptop masing-masing. Sampai tak terasa jam makan siang pun tiba. Dika yang merasa cacing diperutnya sudah mulai jingkrak-jingkrak, langsung meminta izin pada bosnya. "Saya istirahat dulu ya, Bos?" pinta Dika penuh harap. Adrian melirik jam tangannya. Benar, ini sudah waktunya jam makan siang. Ia menatap Dika dan mengangguk, mengizinkan anak buahnya keluar untuk istirahat. "Apa kau mau aku bawakan sesuatu, Bos?" tanya Dika, tubuhnya menghadap Adrian, padahal langkahnya sudah hampir sampai di pintu keluar. Adrian menggeleng. "Tidak perlu." "Baiklah kalau begitu, saya pergi dulu," pamit Dika akhirnya. Seperginya Dika, Adrian tetap fokus pada kegiatannya. Ia sudah mendapatkan rincian lengkap orang-orang yang punya hubungan dengan perusahaan keluarga Vin

