"Vino langsung menyatakan perasaannya padaku, sebelum aku sempat menjawab pernyataan cinta si anak baru. Aku bingung sekaligus senang, karena sebenarnya diam-diam aku juga menyukainya. Dan untunglah Vino berani mengungkapkannya lebih dulu." Rea tersenyum cerah mengingat kenangan paling indah itu. Adrian berusaha keras untuk tidak bereaksi. Meski di dalam hati, perasaannya sudah campur aduk. "Akhirnya, kami berdua pun mulai berpacaran," lanjut Rea. "Status persahabatan kami pun langsung beralih menjadi sepasang kekasih. Vino adalah cinta pertamaku, begitupun Vino, aku adalah cinta pertamanya." Lagi-lagi Rea tersenyum cerah, wajahnya bahkan merona karena ceritanya sendiri. "Meski aku dan Vino sudah berpacaran selama tujuh tahun, tapi anehnya perasaanku untuk laki-laki itu tidak berubah sed

