Tanpa sadar, Rea sudah membuat piringnya tandas karena terlalu lama bermain-main dengan pikirannya. Ia melamun sambil terus menyuapkan makanan ke mulut sampai makanan di piringnya tak bersisa. Rea heran sendiri dengan apa yang dilakukannya barusan. Ia berhasil membuat perutnya dipenuhi makanan padahal sejak tadi ia asyik menimang-nimang perasaannya pada Adrian. Setelah puas menatap piringnya yang sudah tandas, mata Rea bergerak untuk menatap lelaki di depannya. Masih ada. Adrian masih sibuk bermain ponsel. Rea yakin kalau mata Adrian sedari tadi terfokus pada layar ponsel. Jadi bisa dipastikan kalau laki-laki itu tidak tahu, jika Rea sudah selesai makan dan sedang menatapnya sekarang. Tapi entah dapat penglihatan dari mana, tiba-tiba saja Adrian memutuskan bangkit. Berjalan menjauhi meja

