"Baiklah, kalau begitu...biar aku saja yang pergi!" ucap Rea akhirnya setelah cukup lama Adrian tetap tak memberi tanggapan. Rea sempat menatap Fara tajam, sebelum akhirnya berbalik untuk pergi. Entah kenapa perasaannya terasa ngilu. Kenyataan bahwa Adrian lebih mementingkan kehadiran perempuan itu dibanding dirinya membuat perasaannya benar-benar tersakiti. Ternyata...perasaan Adrian yang selalu dikatakan begitu besar dan dalam itu omong kosong belaka. Rea sama sekali tidak seberharga itu di mata Adrian. Ia bahkan masih terus berjalan tanpa mendengar suara Adrian menahan langkahnya. Adrian benar-benar membiarkan Rea pergi! Tetes demi tetes airmatanya berjatuhan. Jika pada kenyataannya Adrian memang menginginkan dirinya untuk pergi, mungkin lebih baik ia melepaskannya saja. Ia tidak bisa

