Adrian hanya geleng-geleng kepala, ia tidak bisa menahan senyumnya melihat raut wajah Rea sekarang. “Kau benar-benar menganggap kalau Fara itu sainganmu?" tanya Adrian dengan dahi berkerut. "Tentu saja. Dia cantik, dia juga pernah menjadi kekasihmu. Dia saingan terberatku saat ini," jawab Rea cepat. Adrian berdecak tak percaya. "Aku merasa tersanjung, Rea. Luar biasa!" "Eh?" Rea seperti baru tersadar. Apa ia baru saja bersikap posesif? "Aku tidak menyangka kau begitu takut kehilanganku." Adrian tersenyum nakal. "Ti-tidak siapa bilang?" Rea sudah kembali pada jati dirinya yang suka menyangkal. "Sepertinya kau akan selalu curiga pada Fara. Kau pasti takut dia akan merebutku darimu kan?" Adrian memegang kedua pipinya, sikapnya itu terlihat lucu sekali. "Kenapa aku merasa begitu berharga

