Rea menggeliat pelan. Kesadarannya sudah mulai kembali. Tapi kelopak matanya masih sangat berat untuk terbuka. Namun hawa silau dan panasnya matahari yang menyiraminya membuatnya mau tidak mau memaksa kelopak matanya untuk mengerjap. Ia tidak tahu sekarang sudah jam berapa. Rea mulai menggapai-gapai jam digital yang diletakkan diatas nakas. Ia menyipitkan matanya saat melihat layar jam. 11.31 AM. Seketika saja Rea langsung membuka mata. Ya Tuhan, ini sudah sangat siang, bahkan sebentar lagi sudah mau tengah hari. Rea melirik ke samping, ia melihat Adrian masih tertidur dengan tubuh tertutup selimut. Ia mengusap pelipisnya dan mencoba mengumpulkan kesadaran. Tidak biasanya dirinya bangun sesiang ini. Bahkan mungkin tidak pernah! Ia baru menyadari kalau tubuhnya sekarang dalam keadaan t****

