“Atau mau aku suapi?” Seli maupun Rea langsung dibuat kaget oleh pertanyaan barusan. Mereka berdua tidak sadar kalau ada orang lain yang baru saja masuk ke kamar. Keduanya serempak menoleh ke sumber suara. "A-Adrian..." Rea membuka mulutnya tak percaya. Benar. Orang yang baru saja masuk ke kamar Rea adalah Adrian. Laki-laki itu berdiri di samping ranjang sambil menatap Rea dengan senyuman lembut. "Kau tidak mau makan karena menunggu aku menyuapimu, kan?” "Ti-ti-tidak!! Kenapa kau ada disini?" Rea benar-benar syok mendapati keberadaan Adrian di kamarnya sekarang. Bukankah semalam laki-laki itu terlihat begitu marah sehingga memutuskan pergi dari rumah ini. Rea melirik mamanya. Apa mungkin mamanya yang memanggil Adrian? Tapi melihat raut terkejut juga gelengan dari Seli, sepertinya maman

