"Adrian, kenapa kau membawa banyak sekali baju?" Rea terheran-heran saat merapikan koper Adrian untuk memindahkan isinya ke dalam lemari. "Benarkah? Aku tidak terlalu memperhatikan saat aku memasukkan baju-baju itu ke dalam koper. Kau sendiri tahu kalau pikiranku hanya diisi olehmu." Adrian menjawab santai. "Jangan mulai menggodaku, Adrian." Rea mendengus kesal. Adrian yang tadinya sedang sibuk mengecek berkas untuk dicocokkan dengan data di laptop, langsung menatap Rea heran. Posisinya saat ini bersandar di kepala ranjang dengan laptop yang bertumpu pada pahanya. "Aku sama sekali tidak menggodamu tadi. Tapi sekarang...aku berpikir untuk mulai menggodamu." Rea mendaratkan tatapan tajam ke arah Adrian. Lantas mendecakkan lidahnya dengan kesal. Ia sudah selesai menaruh pakaian Adrian di

