Rea sedang berada di ruang tunggu pengadilan bersama Vino dan pengacara yang akan menangani kasus perceraiannya ini. Sementara jam sudah menunjukkan pukul 09.45 tapi Adrian masih belum menampakkan batang hidungnya. Yang paling gelisah tentu saja Rea. Ia sudah berkali-kali mengirim chat pada Adrian secara sembunyi-sembunyi, tapi tidak ada balasan apapun. Ia bisa merasakan aura kemarahan yang sedang ditahan Vino kuat-kuat. Dan Rea sangat berharap Adrian tidak akan mengacaukannya. Ia berharap Adrian akan datang dan membuat kemarahan Vino mereda. Sepuluh menit pun berlalu. Dan Adrian masih belum juga muncul. Rea semakin dibuatnya cemas. Apa jangan-jangan Adrian tidak berniat datang. Tapi bukankah tadi pagi Adrian bilang... Tunggu! Apa Adrian memang mengatakan akan datang? Rea memikirkan kemba

