Rea menyiapkan air hangat untuk Adrian mandi. Setelah itu, ia juga menghangatkan makanan yang sudah dingin. Adrian yang merasakan betapa hangatnya sikap Rea padanya merasa amat sangat bahagia. Ia tidak pernah membayangkan bahwa diatas masalah perceraiannya itu, ia masih bisa mendapat kebahagian semacam ini. Setelah menyelesaikan makan malam, keduanya langsung menuju kamar. Adrian tidak perlu memaksa Rea untuk mengajaknya tidur sekamar karena Rea langsung ikut masuk kamar bersama dirinya. "Apa tadi rapatnya berjalan lancar?" tanya Rea saat ia melihat Adrian mulai menaiki ranjang. Adrian tidak langsung menjawab. Ia terdiam sebentar, namun akhirnya ia menjawab santai. "Tentu saja lancar." Mereka berdua kini sudah berbaring beriringan. Adrian sengaja membiarkan satu tangannya untuk menjadi

