Sungguh tidak habis pikir, hidupku di dalam dunia aneh ini terus saja mengalami kesialan beruntut. Hal yang kulakukan hanyalah berlari, berlari dan berlari. Jika aku penulis novel, mungkin aku akan menulis kisahku dengan judul Pelarian Panjang Tiada Akhir. "Jadi hanya ini solusi terbaik yang bisa kau berikan?" sindir William dengan napas ngos-ngosan. Saat berlari saja dia masih sempat menghujatku. Sialnya lagi, kata-kata William itu benar. Aku memang tidak bisa memikirkan ide yang lebih baik selain melarikan diri. Jadi aku tidak bisa melawan balik. "Apa kita harus masuk ke hutan?" tanyaku pada William. Karena sepertinya berlari di tempat terbuka lebih memudahkan para goblin itu untuk mengejar kami. "Berlari ke hutan bukan pilihan yang baik, mereka akan mengecohkan kalian!" Seseorang di

