Berpetualang III

2075 Kata

Sebuah istana di dalam hutan rimba. Aku tidak percaya sesuatu yang seperti itu benar-benar ada. Namun, inilah kenyataannya. William membawaku menuju istana yang berdiri megah di tengah hutan tersebut. Padahal sebelumnya hutan itu sangat sunyi, seperti tidak ada kehidupan di dalamnya. Hanya ada tanaman rimbun dan pohon-pohon tinggi sehingga auranya gelap. Akan tetapi, lingkungan istana itu sepertinya mendapat pencahayaan matahari yang cukup. Seorang laki-laki berjenggot pirang membukakan pagar besi untuk kami. Laki-laki dalam balutan jas hitam tersebut menunduk pada William, seolah sudah mengenalnya dengan baik. "Selamat datang, Yang Mulia," sapanya yang dibalas anggukan oleh William. Aku hanya mengikut di belakang seperti anak ayam yang tidak tahu apa-apa. Sesekali aku menyengir kuda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN