Romansa Anggur

1802 Kata

Aku bersembunyi di antara pohon-pohon anggur. Sesekali mencondongkan kepala untuk mengintip William yang sedang memetik buah anggur tak jauh dari tempatku berdiri. Di mataku, William yang berada di kebun anggur berbuah ranum sangat berbeda dengan kesehariannya sebagai seorang Raja. Bulir-bulir keringat yang jatuh di leher dan pelipis William, entah bagaimana itu membuatku terpesona. Pipiku menjadi panas karenanya, aku tidak bisa menahan lengkungan yang terus terbentuk di bibirku. Dia terlihat sangat maskulin dan ... seksi. Aku bahkan mulai terkekeh sendirian seperti orang gila. "Apa kau akan terus berdiri di sana?" tanya William yang mengejutkanku. Ternyata dia tahu aku memperhatikannya sejak tadi. Karena tertangkap basah, aku hanya bisa menyengir bodoh dan menghampirinya. "Di ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN