Hari-hariku masih diwarnai dengan hal-hal aneh, kadang aku berpikir kenapa aku harus melalui ini atau sebenarnya tidak hanya aku, rasa dan pikiranku terbawa kemana mereka membawaku. Satu persatu cerita yang awalnya ku anggap semu membuatku jadi tokoh yang terlihat bodoh. Aku tidak bisa membedakan apakah aku sedang bermimpi berhalu atau benar-benar sudah terbangun. Karena rasa sakit juga bahagia di semuanya bisa terasa. Berjalannya waktu kehidupanku jauh lebih baik, Aku sudah tidak keluar masuk rumah sakit lagi, apalagi sejak ada kasus Covid, jadwal yang mestinya 3 bulan sekali untuk kontrol sama sekali tak ku jalankan. Meski suami memaksa ku untuk kontrol aku tetap menolak karena jujur bukan nya takut tapi aku malas jika virus itu masih berkeliaran apalagi rumah sakit tempat di mana

