94. Mencari Jalan Keluar

1103 Kata

"Mama di mana, Bi?" Ervan bertanya karena tidak menemukan ibunya di mana pun. "Ibu keluar sebentar katanya, Mas." "Sama siapa?" "Sendiri." "Saga?" "Lagi tidur di kamar, Mas." "ASI Saga masih banyak, Bi? Cukup gak sampai lusa kira-kira?" "Masih, Mas. Cukup untuk beberapa hari ke depan sama yang kemarin dikirim Mbak Aluna. Besok juga pasti ketambahin lagi. Kan tiap dua hari sekali Mbak Aluna kirim ASI." Ervan diam. Ia tidak yakin besok persediaan ASI akan bertambah. Aluna masih sangat marah. Bagaimanapun caranya, ia harus segera memperbaiki semua. "Ya sudah. Saya ke kamar dulu. Nanti tolong kasih tau saya kalau mama udah pulang." "Baik, Mas." Ervan berlalu pergi ke kamar. Di atas ranjang bayi, putranya sedang tertidur lelap. Menatap sendu untuk beberapa saat. Terkadang ia kasihan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN